cerpen ni hasil krya pertama sya (yg jadi) ckckck mklum euy sbelumnya prnah bkin cerpen tapi kagak prnah jadi sampai ending. XD berhubung buat tugas bahasa Indonesia, jdi alhamdulillah cerpen ini berhasil dengan cukup amat sangat cukup sukses. key, kagak usah bnyak cing cong
check this out...."Impianku Bukan Jalanku"
Indonesia Raya merdeka merdeka ….
Tanahku negeriku yang kucinta….
Indonesia Raya merdeka merdeka…..
Hiduplah Indonesia Raya…..
Sekali lagi, bulu kudukku berdiri tiap kali aku dengar lagu itu. Lagi pembangkit semangatku. Yang selalu mengingatkanku akan cita-cita dan mimpi-mimpiku. Aku ingin seperti mereka, atlet-atlet bangsa yang dengan kegigihan dan semangat mereka, kembali membuat kamu bangga menjadi Indonesia (yang jarang-jarang kami lakukan).
Perkenalkan, namaku Adellia. Aku berumur 18 tahun, seorang remaja biasa, berasal dari keluarga yang biasa. Serba biasa kupikir. Tapi aku punya tekad dan kamauan. Aku ingin seperti mereka, idolaku. Para atlet yang tak pernah kenal rasa menyerah. Hobbyku adalah bermain bulutangkis. Sudah sering dengarkah kalian tentang olahraga ini? Cabang olahraga yang selalu menyumbangkan minimal 1 medali olimpiade buat Indonesia. Bukti kecintaanku pada olahraga ini dan Indonesia tentunya adalah keinginanku menjadi atlet bulutangkis yang suatu saat nanti dapat membuat Indonesia Raya berkumandang dan merah putih berkibar di olimpiade atau kejuaraan nantinya.
Perkenalkan, namaku Adellia. Aku berumur 18 tahun, seorang remaja biasa, berasal dari keluarga yang biasa. Serba biasa kupikir. Tapi aku punya tekad dan kamauan. Aku ingin seperti mereka, idolaku. Para atlet yang tak pernah kenal rasa menyerah. Hobbyku adalah bermain bulutangkis. Sudah sering dengarkah kalian tentang olahraga ini? Cabang olahraga yang selalu menyumbangkan minimal 1 medali olimpiade buat Indonesia. Bukti kecintaanku pada olahraga ini dan Indonesia tentunya adalah keinginanku menjadi atlet bulutangkis yang suatu saat nanti dapat membuat Indonesia Raya berkumandang dan merah putih berkibar di olimpiade atau kejuaraan nantinya.
Senin 31 Januari 2011
Dear diary,
Minggu depan adalah hariku. Aku akan mengikuti seleksi untuk dapat masuk ke PB Djarum di Kudus. Suatu klub besar yang selalu andil dalam pembibitan calon atlet-atlet Pelatnas. Sungguh aku tak dapat lagi bersabar menanti hari itu. Minggu depan adalah hari penentuan untuk mencapai gerbang bakal kesuksesan ku Tuhan. Sebentar lagi, jika aku dapat lolos, aku akan menapaki batu loncatan pertamaku, menuju apa yang aku cita-cita kan dan ku impikan selama ini.
Restui lah aku Tuhan dan berikan aku kelancaran. Amiin..
Sabtu 5 Februari 2011
Dear diary,
Dua hari lagi aku akan mengikuti. Hari yang kutunggu- tunggu sekaligus paling menegangkan bagi ku. Dihari itu, aku ingin segalanya berjalan lancar dan sukses. Aku ingin membuat orang tua, keluarga dan teman-teman ku bangga pada ku. Sekaligus Indonesia suatu saat nanti.
“kaakaakkkk…….” Suara adikku mengaung-aung dari luar. Namanya Renata. Adik paling bandel yang pernah aku punya. Kami dua bersaudara dan dia 100% berbanding terbalik dengan ku. Jika watak ku lembut dan penurut, maka dia adalah seorang gadis pemberontak. Selain itu dia teramat sangat tak suka bulutangkis. Persamaan ku dengannya hanya satu yakni, kami sama-sama perempuan. Jarak umurku dan Renata hanya terpaut dua tahun.
“kaakaakkkk…….” Suara adikku mengaung-aung dari luar. Namanya Renata. Adik paling bandel yang pernah aku punya. Kami dua bersaudara dan dia 100% berbanding terbalik dengan ku. Jika watak ku lembut dan penurut, maka dia adalah seorang gadis pemberontak. Selain itu dia teramat sangat tak suka bulutangkis. Persamaan ku dengannya hanya satu yakni, kami sama-sama perempuan. Jarak umurku dan Renata hanya terpaut dua tahun.
“kenapa manggil-manggil.? Kangen ya.?” Jawab ku
“iidiih kakak. Gag usah GR yaa. Aku boleh minta tolong gag sama kakak.? Ntar aku mau les gitar kira-kira selesainya jam 5-an lah paling gag. Kakak jemput ya. Inget jangan sampai terlambat. Aku gag mau lumutan nungguin kakak disana.!!!”
“iiyaa adik ku yang bawel, entar kakak selesai latihan jam 5 lebih. Jadi kamu tungguin aja yang sabar.”
“aaagghh… kakak. Yang dipikirin bulutangkis mulu. Ya udah aku berangkat dulu. Assalamu’alaikum.!” Adik ku pergi dengan muka cemberut.
Sementara adikku les gitar, aku berangkat untuk latihan bulu tangkis.
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore tapi aku masih belum beranjak dari tempat latihanku karena pelatih belum mengizinkan ku pulang. Aku harus latihan ekstra keras menghadapi seleksi itu. Waktu berjalan sangat cepat hingga aku baru menyadari aku sudah terlambat untuk menjemput adiku. Dia paling sebal jika disuruh menunggu dan aku tak ingin membuatnya marah karena walaupun kami berbeda aku sangat menyayanginya.
“waahh.. gawat. Udah jam setengah enam sore. Bisa-bisa adikku marah besar. Aku segera pergi untuk menjemput adikku. Ku ambil sepeda motor dan ku kendarai dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di jalan W.R. Supratman, jalan yang paling padat dikota ku, aku msaih terus ngebut. Dan tak kusadari ketika aku hendak berbelok arah sebuah mobil dari belakang dengan kecepatan penuh menabrakku. Tiba-tiba duniat terasa gelap….
Sesampainya di jalan W.R. Supratman, jalan yang paling padat dikota ku, aku msaih terus ngebut. Dan tak kusadari ketika aku hendak berbelok arah sebuah mobil dari belakang dengan kecepatan penuh menabrakku. Tiba-tiba duniat terasa gelap….
Senin 7 Februari 2011
Dear diary,
Hari ini seharusnya aku mengikuti seleksi untuk masuk PB Djarum. Tapi sepertinya Tuhan tidak mengizinkannya. Dua hari sudah aku dirawat dirumah sakit ini. Kata ayah ku, aku sempat koma 27 jam sebelum akhirnya sadar.
Saat pertama kali aku membuka mata dan merasakan apa yang terjadi, perlahan-lahan aku merasa seolah ada yang janggal dengan diriku. Saat aku menggerakkan kaki ku, terasa amat sangat sakit. Ayah melarang ku untuk melihat kaki ku. Tapi tanpa melihat pun aku dapat merasakan. Anggota tubuh ku kini berkurang satu. Kaki kiri ku diamputasi.! Tuhan, dunia terasa runtuh dihadapan ku. Impian yang selama ini aku rintis dan mulai menjadi nyata seketika hilang dan tiada berbekas. Aku menangis sekeras mungkin hingga kering rasanya mata ku.
Rabu 17 februari 2011
Hari ini aku pulang kerumah. Jiwa ku telah kehilangan impiannya. Tanpa kaki sulit rasanya akan kugantungkan mimpi. Aku tidak menyalahkan siapa pun atas apa yang aku derita. Tapi adikku terus merasa bersalah dan meminta maaf kepada ku. Berkali-kali aku mengatakan padanya tak apa. karena ini adalah takdir hidup ku.
Setahun kemudian….
“go go Renata..!! kamu pasti bisa…. !!” teriak ku.
Hari ini adikku mengikuti seleksi Pelatnas bulutangkis. Setahun lalu, mestinya aku yang mengikuti seleksi ini. Tapi sepertinya ini bukan jalan hidupku melainkan milik adikku. Renata yang dulunya tak pernah suka bahkan membenci bulu tangkis kini mengabdikan hidupnya untuk olahraga ini. Semenjak kecelakaan itu, dia berubah. Ia tak lagi suka memberontak. Dia menjadi lebih penurut. Renata kini begitu menyukai bulu tangkis. Dia ingin meneruskan cita-cita ku yang tak sampai. Dia berusaha lebih keras dari ku. Dan kini aku akan menyaksikan adikku menggapai apa yang dulu menjadi impian ku, menjadi atlet bulu tangkis yang mengharumkan nama bangsa..
Selesai..

salut dah bwt kakak adik ini..hehehe
ReplyDelete:)
sapa dulu yg bikin ceritanya ?? hahahaha :D
ReplyDeleteya ya...aq jg punya og crita kyak gt... :p
ReplyDelete